Kebun Apel Poncokusumo

Apel khas Malang, tempat wisata yang menyediakan tempat untuk bersenang-senang dengan memetik sendiri buah Apel, tepatnya di Kebun Apel Poncokusumo. Desa Wisata Poncokusumo patut dikunjungi jika Anda ingin mencicipi apel segar khas Malang.

Kedai Jingkrak

Kedai jingkrak merupakan potensi kuliner yang berada di wilayah Kab. Malang tepatnya di Jl. Rogonoto timur 199 Singosari.

Labuhan Pantai Ngliyep

Upacara ini bertujuan untuk menjaga keselamatan para nelayan dari ganasnya ombak pantai selatan serta memohon berkah dengan cara mempersembahkan upeti kepada penguasa gaib sesuai dengan kepercayaan masyarakat setempat.

Istana Bordir Pakis Malang

Istana Bordir ini dirilis sejak tahun 1986, dan sekarang sudah berkembang pesat. Meskipun tidak menyebutkan angka secara pasti, Istana Bordir ini bisa menjual produk bordirnya sampai ratusan buah setiap harinya.

SMKN 1 Singosari

Rise.Up KIM

Arti Nama dan Logo Rise.Up KIM

Arti Nama

Rise.Up KIM berasal dari kata Rise dan Up yang berarti "Terus Berkembang",

yakni Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang bertekad untuk terus mengembangkan seluruh potensi lokal yang ada pada masyarakat, khususnya di daerah Kabupaten Malang.

Arti Logo

Gambar bintang melambangkan suatu tujuan, yakni tujuan bersama yang muncul dari seluruh elemen masyarakat dan harus diwujudkan.

Gambar buku melambangkan ilmu, yakni ilmu yang berperan sebagai jembatan penghubung untuk mewujudkan suatu tujuan.

Gambar obor melambangkan semangat yang berkobar, yakni semangat yang dimiliki oleh setiap anggota masyarakat khususnya para generasi-generasi muda di setiap daerah dalam tindakan mewujudkan tujuan yang ada.

Gambar segilima melambangkan jumlah sila yang ada pada Pancasila,melambangkan nilai-nilai yang terkandung pada setiap sila berperan sebagai batas / filter bangsa Indonesia dari pengaruh external yang bersifat destruktif.

Gambar anak tangga melambangkan langkah-langkah alternatif yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan bersama, yakni

1. Menghimpun

2. Mengajak maju

3. Merubah pola fikir

4. Mengajar berkarya

5. Melakukan praktik. dan

Warna merah dan putih yang melambangkan kita bekerja mengabdi pada Negara Kesatuan Republik Indonesia

Kamis, 03 September 2015

Bakso Mbambangan Lawang



Bakso Khas Mbambangan Lawang Malang, menyajikan kuliner bakso yang sangat menjanjikan untuk lidah para penggemar bakso, tersedia berbagai macam hidangan, seperti goreng, pentol kasar, pentol halus, mie kuning, mie putih dan lain lain.

Bakso ini perporsi di hargai Rp 7000,00 harga ini sangat cocok bagi kalangan masyarakat sekitar sekaligus bagi saku anak kos, yang tepatnya di Mbambangan sendiri terdapat banyak kos remaja yang kuliah maupun sekola menengah keatas (SMA).

Untuk penyajian bakso sendiri tidak memakan waktu yang lama, jadi anda tidak perlu kawatir jika harus antri karena banyaknya pelanggan.



Senin, 31 Agustus 2015

Album Foto Proses Pembuatan Blog Rise.Up KIM

Album Foto Gebyar SMK

Album Foto Pintar Bersama Daihatsu

Album Foto Jawara Jatim

Wakil Rakyat Terus Soal Keberangkatan 3 Anggota ke Korsel


Wakil Rakyat Terus Soal Keberangkatan 3 Anggota ke Korsel
Minggu, 30 Agustus 2015 21:03


SURYAMALANG.COM, BATU - Sejumlah Fraksi DPRD Kota Batu masih mengharapkan ada penjelasan soal penunjukan ke tiga orang anggota DPRD yang berangkat ke negara Korea Selatan (Korsel).

Pasalnya, persoalan tersebut harus ada penyelesaian terlebih dahulu sehingga tidak berimbas pada persoalan lain.

Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Batu, Suwandi mengatakan, masing-masing Ketua Fraksi DPRD dipastikan akan melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan DPRD sebelum dilakukan rapat Badan Musyawarah (Banmus).

Dimana dalam rapat tersebut untuk mencari solusi dari persoalan yang menjadi pertanyaan Fraksi.

"Jadi, rapat pertemuan antara Ketua Fraksi dan Pimpinan DPRD harus ada penyelesaian tuntas besok," kata Suwandi, Minggu (30/8/2015).

Oleh karena itu, dikatakan Suwandi, pihaknya bersama fraksi-fraksi DPRD Batu belum bisa memastikan apakah akan melanjutkan boikot rapat paripurna atau mengakhiri boikot.

Dengan demikian gelaran rapat paripurna DPRD Batu agenda penyampaian PAPBD 2015 juga belum jelas bisa dilaksanakan atau terus terhambat.

Meski demikian, dikatakan Suwandi, mengingat pentingnya agenda PAPBD 2015 ini maka pertimbangan demi rakyat akan menjadi yang utama. Artinya, rapat paripurna PAPBD 2015 harus bisa dilaksanakan secepatnya setelah Fraksimendapat penjelasan yang dipersoalkan.

"Kami siap ngebut juga membahas PAPBD 2015, kepentingan rakyat segalanya bagi DPRD," tutur Suwandi.

Malang Masih Butuh 100 Apotek


Malang Masih Butuh 100 Apotek
Minggu, 30 Agustus 2015 20:51


SURYAMALANG.COM//Sylvianita Widyawati

Bambang Aries Purwanto, Ketua Pengurus Cabang IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Kabupaten Malang

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kebutuhan apotek masih banyak diperlukan, terutama untuk kawasan Malang selatan. Sebab saat ini baru ada 130-an apotek yang kebanyakan ada di kawasan kecamatan perkotaan.

"Saya kira untuk Malang selatan masih perlu sekitar 100-an apotek. Soal SDM-nya, juga cukup," ungkap Bambang Aries Purwanto, Ketua Pengurus Cabang IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Kabupaten Malangusai kegiatan di Pendopo Agung Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (30/8/2015).

Katanya, sejumlah perguruan tinggi di Malang sudah membuka jurusan apoteker. Sehingga hasil SDM-nya bisa diharapkan.

Menurutnya, pendirian apotek harus ada apotekernya. Itu sebagai syarat keluarnya izin.

"Adanya apoteker di apotek sebagai penanggungjawab obatnya," ungkap Bambang, pemilik apotek di Singosari itu.

Sehingga 130 apotek itu sudah ada 130 apotekernya. Sisanya, apoteker bekerja di RS, industri obat dan jamu. Total apoteker di Kabupaten Malang ada 150 orang.

"Seorang apoteker tidak boleh merangkap bekerja di apotek lain," ujar karyawan Dinkes Kota Malang ini.


Dalam pertemuan dengan para apoteker Kabupaten Malang itu, mengangkat isu mengenai apoteker bisa pro aktif ke masyarakat. Alasannya selama ini, masyarakat kurang mengenal profesi apoteker.

"Masyarakat jika ada yang ingin menanyakan soal obat-obatnya bisa konsultasi ke apotekernya," kata dia.

Dengan begitu, profesi mereka lebih dikenali masyarakat.

"Apoteker harus berani tampil. Apalagi dengan pasien. Sebab bekal pendidikan mereka kan sudah ada. Tinggal keberanian ngomong ke pasien saja," ungkap Bambang.

Bagi masyarakat sendiri juga jangan segan jika ke apotek untuk mengenal apotekernya dan berani menanyakan soal obat-obat.

"Agar tahu, jemput bola. Bahwa saya apoteker," tandasnya.

Selain itu, perkembangan obat-obatan juga pesat.


"Masyarakat dapat informasi yang pas saat beli obat jika mengenal apotekernya," katanya.

Jangan sampai mau beli obat pusing karena informasi yang salah informasi ternyata obat darah tinggi. Hal semacam ini perlu dijembatani dengan berani bertanya dan apoteker membuka diri.

Dijelaskan Bambang, pertemuan rutin antar apoteker juga bisa saling memutakhirkan mengenai obat-obatan, misalkan dilaksanakan lewat seminar. Sehingga apoteker akan selalu dapat info update dalam pekerjaannya.