Rise.Up KIM
Arti Nama
Rise.Up KIM berasal dari kata Rise dan Up yang berarti "Terus Berkembang",
yakni Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang bertekad untuk terus mengembangkan seluruh potensi lokal yang ada pada masyarakat, khususnya di daerah Kabupaten Malang.
Arti Logo
Gambar bintang melambangkan suatu tujuan, yakni tujuan bersama yang muncul dari seluruh elemen masyarakat dan harus diwujudkan.
Gambar buku melambangkan ilmu, yakni ilmu yang berperan sebagai jembatan penghubung untuk mewujudkan suatu tujuan.
Gambar obor melambangkan semangat yang berkobar, yakni semangat yang dimiliki oleh setiap anggota masyarakat khususnya para generasi-generasi muda di setiap daerah dalam tindakan mewujudkan tujuan yang ada.
Gambar segilima melambangkan jumlah sila yang ada pada Pancasila,melambangkan nilai-nilai yang terkandung pada setiap sila berperan sebagai batas / filter bangsa Indonesia dari pengaruh external yang bersifat destruktif.
Gambar anak tangga melambangkan langkah-langkah alternatif yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan bersama, yakni
1. Menghimpun
2. Mengajak maju
3. Merubah pola fikir
4. Mengajar berkarya
5. Melakukan praktik. dan
Warna merah dan putih yang melambangkan kita bekerja mengabdi pada Negara Kesatuan Republik Indonesia
!doctype>
Senin, 31 Agustus 2015
Wakil Rakyat Terus Soal Keberangkatan 3 Anggota ke Korsel
Wakil Rakyat Terus Soal Keberangkatan 3 Anggota ke Korsel
Minggu, 30 Agustus 2015 21:03
SURYAMALANG.COM, BATU - Sejumlah Fraksi DPRD Kota Batu masih mengharapkan ada penjelasan soal penunjukan ke tiga orang anggota DPRD yang berangkat ke negara Korea Selatan (Korsel).
Pasalnya, persoalan tersebut harus ada penyelesaian terlebih dahulu sehingga tidak berimbas pada persoalan lain.
Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Batu, Suwandi mengatakan, masing-masing Ketua Fraksi DPRD dipastikan akan melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan DPRD sebelum dilakukan rapat Badan Musyawarah (Banmus).
Dimana dalam rapat tersebut untuk mencari solusi dari persoalan yang menjadi pertanyaan Fraksi.
"Jadi, rapat pertemuan antara Ketua Fraksi dan Pimpinan DPRD harus ada penyelesaian tuntas besok," kata Suwandi, Minggu (30/8/2015).
Oleh karena itu, dikatakan Suwandi, pihaknya bersama fraksi-fraksi DPRD Batu belum bisa memastikan apakah akan melanjutkan boikot rapat paripurna atau mengakhiri boikot.
Dengan demikian gelaran rapat paripurna DPRD Batu agenda penyampaian PAPBD 2015 juga belum jelas bisa dilaksanakan atau terus terhambat.
Meski demikian, dikatakan Suwandi, mengingat pentingnya agenda PAPBD 2015 ini maka pertimbangan demi rakyat akan menjadi yang utama. Artinya, rapat paripurna PAPBD 2015 harus bisa dilaksanakan secepatnya setelah Fraksimendapat penjelasan yang dipersoalkan.
"Kami siap ngebut juga membahas PAPBD 2015, kepentingan rakyat segalanya bagi DPRD," tutur Suwandi.
Malang Masih Butuh 100 Apotek
Malang Masih Butuh 100 Apotek
Minggu, 30 Agustus 2015 20:51
SURYAMALANG.COM//Sylvianita Widyawati
Bambang Aries Purwanto, Ketua Pengurus Cabang IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Kabupaten Malang
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Kebutuhan apotek masih banyak diperlukan, terutama untuk kawasan Malang selatan. Sebab saat ini baru ada 130-an apotek yang kebanyakan ada di kawasan kecamatan perkotaan.
"Saya kira untuk Malang selatan masih perlu sekitar 100-an apotek. Soal SDM-nya, juga cukup," ungkap Bambang Aries Purwanto, Ketua Pengurus Cabang IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Kabupaten Malangusai kegiatan di Pendopo Agung Kabupaten Malang kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (30/8/2015).
Katanya, sejumlah perguruan tinggi di Malang sudah membuka jurusan apoteker. Sehingga hasil SDM-nya bisa diharapkan.
Menurutnya, pendirian apotek harus ada apotekernya. Itu sebagai syarat keluarnya izin.
"Adanya apoteker di apotek sebagai penanggungjawab obatnya," ungkap Bambang, pemilik apotek di Singosari itu.
Sehingga 130 apotek itu sudah ada 130 apotekernya. Sisanya, apoteker bekerja di RS, industri obat dan jamu. Total apoteker di Kabupaten Malang ada 150 orang.
"Seorang apoteker tidak boleh merangkap bekerja di apotek lain," ujar karyawan Dinkes Kota Malang ini.
Dalam pertemuan dengan para apoteker Kabupaten Malang itu, mengangkat isu mengenai apoteker bisa pro aktif ke masyarakat. Alasannya selama ini, masyarakat kurang mengenal profesi apoteker.
"Masyarakat jika ada yang ingin menanyakan soal obat-obatnya bisa konsultasi ke apotekernya," kata dia.
Dengan begitu, profesi mereka lebih dikenali masyarakat.
"Apoteker harus berani tampil. Apalagi dengan pasien. Sebab bekal pendidikan mereka kan sudah ada. Tinggal keberanian ngomong ke pasien saja," ungkap Bambang.
Bagi masyarakat sendiri juga jangan segan jika ke apotek untuk mengenal apotekernya dan berani menanyakan soal obat-obat.
"Agar tahu, jemput bola. Bahwa saya apoteker," tandasnya.
Selain itu, perkembangan obat-obatan juga pesat.
"Masyarakat dapat informasi yang pas saat beli obat jika mengenal apotekernya," katanya.
Jangan sampai mau beli obat pusing karena informasi yang salah informasi ternyata obat darah tinggi. Hal semacam ini perlu dijembatani dengan berani bertanya dan apoteker membuka diri.
Dijelaskan Bambang, pertemuan rutin antar apoteker juga bisa saling memutakhirkan mengenai obat-obatan, misalkan dilaksanakan lewat seminar. Sehingga apoteker akan selalu dapat info update dalam pekerjaannya.
Begog Asmoro Populerkan Wayang Suket ke Anak-anak
Begog Asmoro Populerkan Wayang Suket ke Anak-anak
Minggu, 30 Agustus 2015 20:10
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Begog Asmoro (kiri) membimbing peserta workshop membuat wayang suket (rumput) dengan bahan rumput ilalang di Dewan Kesenian Malang (DKM) Jalan Majapahit, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (30/8/2015). Workshop ini bertujuan mempopulerkan kembali mainan wayang suket yang mulai punah ditelan jaman.
SURYAMALANG.COM, KLOJEN -Begog Asmoro (57), terlihat telaten mengajari membuat wayang berbahan rumput alang-alang (ilalang) atau wayang suket kepada pengunjung pameran komik karya Teguh Santosa, di kantor Dewan Kesenian Kota Malang, Minggu (30/8/2015).
Beberapa kali ia tampak mempraktikan cara mengikat dan dan menggulung rumput hingga berbentuk wayang ke pengunjung.
"Kalau masih pertama kali (membuat wayang suket) memang agak susah. Memang butuh kebiasaan dan ketelatenan untuk bisa membuat wayang suket," kata seniman asli Mergosono, Kota Malang, saat memberikan pelatihan membuat wayang suket ke pengunjung pameran.
Menurut Begog Asmoro, membuat wayang suket sebenarnya mudah. Wayang suket ini berbahan rumput alang-alang. Ia memilih rumput alang-alang karena panjang dan agak kaku. Sehingga, rumput alang-alang mudah untuk dibentuk menjadi wayang. "Tinggal digulung-gulung, lalu diikat. Yang penting membuat rangkanya dulu. Kemudian dibentuk sesuai selera, mau milih tokoh wayang siapa," ujarnya.
Dikatakannya, wayang suket ini merupakan mainan tradisional yang memanfaatkan bahan seadanya dari alam. Sebenarnya, selain rumput alang-alang, tangkai dan daun ketela juga bisa digunakan membuat wayang.
"Ini (wayang suket) mainan saya waktu kecil. Selain dari suket, saya dulu juga membuat wayang dari daun ketela. Ini mainan tradisional yang sederhana dan murah. Sayang sekarang ditinggalkan," katanya.
Lewat pelatihan ini, ia ingin kembali mempopulerkan mainan wayang suket kepada anak-anak. Ia ingin mengenalkan mainan tradisional itu kepada anak-anak generasi sekarang. "Mainan ini juga melatih ketrampilan dan kreativitas anak-anak," ujarnya.
Peserta pelatihan yang juga Kepala TK Sang Timur, Suster Jeane Marie mengaku baru pertama kali belajar membuat wayang suket. Awalnya, ia merasa kesulitan membuat wayang suket. Tetapi, setelah beberapa kali mencoba, akhirnya ia bisa juga membuat wayang suket.
"Memang butuh sabar dan telaten. Membuat rangkanya yang agak susah," katanya.
Menurutnya, mainan wayang suket ini cukup bagus untuk sarana pembelajaran kepada anak-anak. Ia akan mencoba menjadikan wayang suket sebagai alat peraga untuk edukasi anak-anak didiknya.
"Saya akan menularkan mainan wayang suket ini ke anak-anak dit TK Sang Timur," ujarnya.
Sementara itu, anak komikus Teguh Santosa, Dhani Valiandra mengatakan pameran komik karya Teguh Santosa kali ini memang difokuskan khusus wayang. Ia memamerkan komik karya Teguh Santosa yang berjudul Dewa Ruci. Menurutnya, komik Dewa Ruci ini memiliki karakter kuat bagi masyarakat Jawa.
"Acara ini kami namakan Ngaji Wayang. Kami memamerkan komik karya Teguh Santosa khusus wayang. Acara ini sebagai preview sebelum pelaksanaan pameran besar Teguh Santosa tahun depan (2016)," katanya.
Dikatakannya, pameran itu akan dilaksanakan sampai Senin (31/8/2015). Banyak kegiatan dalam pameran tersebut. Selain memamerkan komik karya Teguh Santosa, dalam kegiatan itu juga diadakan pelatihan membuat wayang suket. Kegiatan tersebut juga sebagai ajang mengumpulkan teman-teman Teguh Santosa.
"Dengan cara mengenang karya Teguh Santosa, kami ingin membangkitkan kembali kesenian di Malang. Teman-teman bapak (Teguh Santosa)









